Pendampingan Lapangan ke Mahasiswa Wirausaha dan UMKM Binaan

0
108

Tim UPT Wiradesa berkunjung ke rumah ibu Farida pembuat kue chiffone. Tim menanyakan aplikasi program pendampingan yang telah dilaksanakan dan kendalanya.

Ibu Farida mejelaskan bahwa pendampingan digital marketing tidak diaplikasikan karena ibu Farida sudah mempunyai pasar tetap, bahkan tergolong pesanannya terlalu banyak. Kendala yang dialami ibu Farida adalah line produksi yang kurang karena ukuran dapurnya sempit. Ibu Farida telah memiliki tempat untuk dapur yang lebih luas namun masih dalam bentuk gudang. Biaya untuk merenofasi gudang menjadi dapur produksi masih belum terkumpul.

Penjaga kios Green Shoes, Miftahudin menyampaikan bahwa belum ada karyawan tetap yang menjaga kios, sehingga terkadang kios terlambat buka apabila pemiliknya ada acara lain. Dengan kasus tersebut, diharapkan UPT Wiradesa dapat mendampingi untuk membuat suatu manajemen yang baik.

Pemilik Bandeng Presto, bapak Sutrisno mempunyai kendala pengelolaan akun marketplace dan sosial medianya sehingga memerlukan bantuan administrator. Selain itu, tokonya belum tertata, sehingga tidak layak untuk jualan makanan.

Pemilik Bonmino, ibu Susi menerangkan bahwa beliau telah mencoba aktif menawarkan abonnya di marketplace & sosial media untuk promosi produknya namun tidak laku. Beliau telah dan UMKM Kota magelang telah didampingi oleh pemerintah kota untuk memasarkan produknya dipersatuan Hotel dan Restoran Magelang dengan model bisnis titip jual. Dengan model ini, ibu susi lebih senang karena dagangannya lebih cepat laku dan dia lebih fokus untuk produksi dan berinovasi.

Pemilik Jam Akrilik Khoirul, mejelasakan bahwa promosi digital yang lebih efektif adalah sosial media Facebook, Instagram dan Whstsapp Status. Order jam akrilik yang ia peroleh rata-rata satu pelanggan per dua minggu. Kendala yang lain adalah mengenai proses produksi yang terlalu lama karena motor ukirnya kurang cepat dan mata bor yang digunakan adalah kualitas rendah. Kedepan Khoirul ingin membuat media komunikasi dia dengan pelanggan yang dapat saling berinteraksi untuk menentukan design jam akriliknya. Selain itu, ia ingin mengembangkan usahanya ke plakat akrilik dan jasa ukir furniture.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY